KIAMAT TIBA
Oleh:Hendra cappri
Kobaran api panas sedang menanti
Sengatan matahari akan menghampirimu
Didalam kebingungan, kesendirian
Timbul pertanyaan dalam hati
Amal apa yang harus kubawa
Orang-orang tak lagi berpakaian
Bagaikan mereka menjual harga diri
Tapi tak satupun yang berpikir
Bahwa itu kenikmatan lur biasa
Tatkala gunung-gunung
Berhamburan bagaikan kapas yang berterbangan
Tatkala semua digiring ke mahsyar
Mereka mandi dengan air keringat
Amalan tak bias menampungnya
Lantas kita hanya diam
Tatkala meraih dan menampungnya
Membiarkan air itu menenggelamkan kita
Tinggalkan cahay illahi
Berpikir bumi akan hancur
Langit akan rubuh menimpa kita
Dimana tempat layak untuk kita?
Rabu, 08 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar