ANAK JALAN YANG MALANG
Oleh:Hendra Cappri
Matahari kembali bersinar
Menutup malam beranjak siang
Engkau ambil baju kudel itu
Lalu kau pakai dengan hati menangis
Tatapan hatimu begitu memilukan
Dihapanmu hanya ada kaleng susu
Sepotong botol AQUA dan kantong kecil
Merah matamu membuat orang meneteskan air mata
Alangkah malang nasib hidupmu
Menyandang kantong kecil
Kaleng susu kau bunyikan
Sepotong botol AQUA engkau tabuhkan
Uang receh kau harap dari mereka
Anak jalana hidup penuh dengan linangan air mata
Pagi-pagi kau harus pergi kelampu-lampu merah
Sampai-sampai makan siang engkau lupakan
Mobil engkau hadang dengan kaleng susu
Baju kudelmu dengan robekan kecil
Harus kau pakai setiap hari
Walau kadang-kadang orang menyingkir
Sore engkau pulang dengan uang receh
Yang kau peroleh dari pagi sampai sore
Jumat, 10 April 2009
Kamis, 09 April 2009
AYAT-AYAT ALLAH ENGKAU LUPAKAN
AYAT-AYAT ALLAH ENGKAU LUPAKAN
Oleh:Hendra Cappri
Coba buka matamu
Lihat sekelilingmu
Akankah engkau memahami
Pribahasa kertas yang terhampar
Coba buka jendela hatimu
Engkau pahami sekelilingmu
Kertas hamparan yang berbicara
Akankah engkau mendengarnya
Ayat-ayat Allah kini terdampar
Dijalan-jalan, masjid, dan berbagai tempat
Tak satupun jari tanganmu terpanggil olehnya
Engkau biarkan saja lembaran-lembaran Al-Qur’an itu
Sementara engkau berlenggang sanati berjalan
Hatimu telah mati
Matamu telah buta
Telingamu telah tuli
Lantas apa yang kau perbuat
Kau hanya bias membuangnya saja
Tapi kau tak tahu
Bahwa ayat-ayat Allah itu telah menangis
Meohon pada Allah
Wajarlah kalau saat ini bencana terus datang
Tiada henti-hentinya
Akankah engkau diam begitu saja
Sekarang renungkanlah
Dengan hatimu paling dalam semua itu
Oleh:Hendra Cappri
Coba buka matamu
Lihat sekelilingmu
Akankah engkau memahami
Pribahasa kertas yang terhampar
Coba buka jendela hatimu
Engkau pahami sekelilingmu
Kertas hamparan yang berbicara
Akankah engkau mendengarnya
Ayat-ayat Allah kini terdampar
Dijalan-jalan, masjid, dan berbagai tempat
Tak satupun jari tanganmu terpanggil olehnya
Engkau biarkan saja lembaran-lembaran Al-Qur’an itu
Sementara engkau berlenggang sanati berjalan
Hatimu telah mati
Matamu telah buta
Telingamu telah tuli
Lantas apa yang kau perbuat
Kau hanya bias membuangnya saja
Tapi kau tak tahu
Bahwa ayat-ayat Allah itu telah menangis
Meohon pada Allah
Wajarlah kalau saat ini bencana terus datang
Tiada henti-hentinya
Akankah engkau diam begitu saja
Sekarang renungkanlah
Dengan hatimu paling dalam semua itu
TEMAN KURINDU
TEMAN KURINDU
Oleh:Hendra Cappri
Saat kubuka album kenangan lalu
Fotot-foto waktu ceria begitu berkesan
Saat kubuka catatan harianku lalu
Kubaca tulisan tangan indah darimu
Saat kubuka diary harianku lalu
Terbaca sebuah memori hidup kita
Teman dimanakah kini engakau berada
Disini kumenanti kedatanganmu
Untuk kita bersatu kembali
Didalam naungan Allah kholik kita
Saat kau berikan foto itu padaku
Masih tersimpan kin dialbumku
Kujadikan tuk pengobat rinduku padamu
Teman……………
Teman engkau bagaikan pelangi
Yang mewarnai hidup kita dulu
Canda, tawa, riang bersama
Telah kita lewati bersama disini
Rasanya ku tak ingin engkau pergi
Tetaplah disini…………
Bersama diriku…………
Wahai teman…..datanglah
Kumerindukanmu
Oleh:Hendra Cappri
Saat kubuka album kenangan lalu
Fotot-foto waktu ceria begitu berkesan
Saat kubuka catatan harianku lalu
Kubaca tulisan tangan indah darimu
Saat kubuka diary harianku lalu
Terbaca sebuah memori hidup kita
Teman dimanakah kini engakau berada
Disini kumenanti kedatanganmu
Untuk kita bersatu kembali
Didalam naungan Allah kholik kita
Saat kau berikan foto itu padaku
Masih tersimpan kin dialbumku
Kujadikan tuk pengobat rinduku padamu
Teman……………
Teman engkau bagaikan pelangi
Yang mewarnai hidup kita dulu
Canda, tawa, riang bersama
Telah kita lewati bersama disini
Rasanya ku tak ingin engkau pergi
Tetaplah disini…………
Bersama diriku…………
Wahai teman…..datanglah
Kumerindukanmu
BUMI INI MENGGERUTU KESAKITAN
BUMI INI MENGGERUTU KESAKITAN
Oleh:Hendra Cappri
Tatkala ku tundukkan kepala
Bumi menyatu dengan kepalaku
Tatkala kuangkat takbir
Bumipun tersenyum
Noda demi noda telah tergores
Tinta hitam membasahi bumi
Dengan lahar panas menyengat
` Menenggelamkan bumi ini
Peluru,Bom,Roket,Rudal
Harus menembus dadaku
Menghanguskan tubuh yang indah ini
Mennggelamkan jasad ini
Kedalam tanah tempatku bersujud
Islam dimana islam itu berada
Didadamu tersimpan kerinduan peluru
Tuk menembus cahaya ilahi
Bumi seakan berbicara pada dunia
Menjerit kesakitan yang begitu mencekam
Melihat penghuninya yang enggan bersahabat
Bumi menggerutu pada dunia
Ketika darah bersimbah diatas rerumputan hijau
Oleh:Hendra Cappri
Tatkala ku tundukkan kepala
Bumi menyatu dengan kepalaku
Tatkala kuangkat takbir
Bumipun tersenyum
Noda demi noda telah tergores
Tinta hitam membasahi bumi
Dengan lahar panas menyengat
` Menenggelamkan bumi ini
Peluru,Bom,Roket,Rudal
Harus menembus dadaku
Menghanguskan tubuh yang indah ini
Mennggelamkan jasad ini
Kedalam tanah tempatku bersujud
Islam dimana islam itu berada
Didadamu tersimpan kerinduan peluru
Tuk menembus cahaya ilahi
Bumi seakan berbicara pada dunia
Menjerit kesakitan yang begitu mencekam
Melihat penghuninya yang enggan bersahabat
Bumi menggerutu pada dunia
Ketika darah bersimbah diatas rerumputan hijau
INDAHNYA ALAM
INDAHNYA ALAM
Oleh:Hendra Cappri
Desahan nafas ku hirup dalam-dalam
Semilir angina mengayunkan dedaunan
Tetesan embun jatuh kebumi
Basahi rumput-rumput yang tersipu malu
Memalingkan wajah sanggarnya
Ia bertasbih tanpa henti dan lelah
Aynan dedaunan membuat udar semakin sejuk
Alangkah indahnya alam mini
Bagaikan kain diselimuti kain sutra yang halus
Tak ada rasa iri,dengki,hasud,dan balas dendam
Indahnya dunia bagaikan surga untukku
Rintikkan hujan turun basahi bumi
Menetes penuh bengan hasrat cinta
Tanampun tumbuh besar menjulur ke langit
Rumput-rumput kering menjadi hamparan hijau
Indahnya duniamu tuha
Tak dapat kurangkai dengan kata-kata
Tak dapat kulukis diatas kertas
Betapa indah alam ciptaanmu ini
Tuhan…………………..
Oleh:Hendra Cappri
Desahan nafas ku hirup dalam-dalam
Semilir angina mengayunkan dedaunan
Tetesan embun jatuh kebumi
Basahi rumput-rumput yang tersipu malu
Memalingkan wajah sanggarnya
Ia bertasbih tanpa henti dan lelah
Aynan dedaunan membuat udar semakin sejuk
Alangkah indahnya alam mini
Bagaikan kain diselimuti kain sutra yang halus
Tak ada rasa iri,dengki,hasud,dan balas dendam
Indahnya dunia bagaikan surga untukku
Rintikkan hujan turun basahi bumi
Menetes penuh bengan hasrat cinta
Tanampun tumbuh besar menjulur ke langit
Rumput-rumput kering menjadi hamparan hijau
Indahnya duniamu tuha
Tak dapat kurangkai dengan kata-kata
Tak dapat kulukis diatas kertas
Betapa indah alam ciptaanmu ini
Tuhan…………………..
HATI TELAH BERBOHONG
HATI TELAH BERBOHONG
Oleh: Hendra Cappri
Hatiku mulai gelisah
Pikiranku mulai melayang
Entah jalan mana harus ku tempuh
Untuk mengambil langkah pasti
Agar diriku tak tersesat jauh
Gelap gulita dihatiku kini
Tak satu cahayapun hadir
Memberi warna dihatiku
Aku bagaikan dibawa keneraka
Penuh kobaran api memerah
Yang Seakan ingin menghanguskan
Tubuh yang penuh dengan maksiat
Tiap hari aku meratap
Meneteskan air mata
Menatap diriku ini
Yang kotor dan menjijikkan
Penuh dengan kotoran-kotoran hina
Meski air mataku telah habis
Kadang menangis, kadang tertawa
Bagaikan orang hilang ingatan
Sekarang tobat dan kembali kehadapan illahi
Tapi kadang kala aku harus berhadapan
Dengan rangkaian kemaksiatan yang mencekam
Tanpa cahaya ilahi menghampiriku
Oleh: Hendra Cappri
Hatiku mulai gelisah
Pikiranku mulai melayang
Entah jalan mana harus ku tempuh
Untuk mengambil langkah pasti
Agar diriku tak tersesat jauh
Gelap gulita dihatiku kini
Tak satu cahayapun hadir
Memberi warna dihatiku
Aku bagaikan dibawa keneraka
Penuh kobaran api memerah
Yang Seakan ingin menghanguskan
Tubuh yang penuh dengan maksiat
Tiap hari aku meratap
Meneteskan air mata
Menatap diriku ini
Yang kotor dan menjijikkan
Penuh dengan kotoran-kotoran hina
Meski air mataku telah habis
Kadang menangis, kadang tertawa
Bagaikan orang hilang ingatan
Sekarang tobat dan kembali kehadapan illahi
Tapi kadang kala aku harus berhadapan
Dengan rangkaian kemaksiatan yang mencekam
Tanpa cahaya ilahi menghampiriku
POHONPUN IKUT MENANGIS
POHONPUN IKUT MENANGIS
Oleh: Hendra Cappri
PEMILU 2009 membuat Pohon menangis
Ribuan kain dengan berbagai warna
Ribuan kertas dengan berbagai merk
Ribuan foto dengan berbagai wajah
Tertempel,terpampang,menusuk
Hingga pohonpun ikut menangis
Begitu banyak harapan dan tujuan
Tak satupuna yang membuat Negara ini maju
Ribuan janji terucap dengan lisanmu
Tak satupun yang tepati olehhmu
Beragam macam cara engkau lakukan
Membuat orang-orang terlena dengan semua itu
Semua hanya politik dan tipu daya belaka
Hingga pohonpun ikut menangis
Oleh: Hendra Cappri
PEMILU 2009 membuat Pohon menangis
Ribuan kain dengan berbagai warna
Ribuan kertas dengan berbagai merk
Ribuan foto dengan berbagai wajah
Tertempel,terpampang,menusuk
Hingga pohonpun ikut menangis
Begitu banyak harapan dan tujuan
Tak satupuna yang membuat Negara ini maju
Ribuan janji terucap dengan lisanmu
Tak satupun yang tepati olehhmu
Beragam macam cara engkau lakukan
Membuat orang-orang terlena dengan semua itu
Semua hanya politik dan tipu daya belaka
Hingga pohonpun ikut menangis
Rabu, 08 April 2009
KIAMAT TIBA
KIAMAT TIBA
Oleh:Hendra cappri
Kobaran api panas sedang menanti
Sengatan matahari akan menghampirimu
Didalam kebingungan, kesendirian
Timbul pertanyaan dalam hati
Amal apa yang harus kubawa
Orang-orang tak lagi berpakaian
Bagaikan mereka menjual harga diri
Tapi tak satupun yang berpikir
Bahwa itu kenikmatan lur biasa
Tatkala gunung-gunung
Berhamburan bagaikan kapas yang berterbangan
Tatkala semua digiring ke mahsyar
Mereka mandi dengan air keringat
Amalan tak bias menampungnya
Lantas kita hanya diam
Tatkala meraih dan menampungnya
Membiarkan air itu menenggelamkan kita
Tinggalkan cahay illahi
Berpikir bumi akan hancur
Langit akan rubuh menimpa kita
Dimana tempat layak untuk kita?
Oleh:Hendra cappri
Kobaran api panas sedang menanti
Sengatan matahari akan menghampirimu
Didalam kebingungan, kesendirian
Timbul pertanyaan dalam hati
Amal apa yang harus kubawa
Orang-orang tak lagi berpakaian
Bagaikan mereka menjual harga diri
Tapi tak satupun yang berpikir
Bahwa itu kenikmatan lur biasa
Tatkala gunung-gunung
Berhamburan bagaikan kapas yang berterbangan
Tatkala semua digiring ke mahsyar
Mereka mandi dengan air keringat
Amalan tak bias menampungnya
Lantas kita hanya diam
Tatkala meraih dan menampungnya
Membiarkan air itu menenggelamkan kita
Tinggalkan cahay illahi
Berpikir bumi akan hancur
Langit akan rubuh menimpa kita
Dimana tempat layak untuk kita?
WANITA
WANITA
Oleh:Hendra Cappri
` Ketika rosul diutus ke bumi
Derajat wanita tak lagi rendah
Wanita menjadi tinggi dari lelaki
Dialah orang ketiga yang harus dihormati
Tapia bad ini banyak wanita lupa akan dirinya
Hingga ia pertontonkan tubuh yang molek
Ia perlihatkan dada,paha,bahkan hartanya yang paling berharga
Dilayar TV,internet,Koran,dan surat kabar lainnya
Banyak wanita hilang harga dirinya, dan hilang derjatnya
Busana tubuh yang ia pakai
Membuat lelaki hidung belang tergiur
Gaya jalan yang menggoda
Membuat lelaki hilang terbawa arus kemaksiatan
Dijalan nongkrong menunggu para lelaki yang lewat
Berharap untuk menghampiri dirinya
Dicafe-café menjadi bahan penghibur para pengunjung
Derajat yang tinggi hilang dalam sekejap
Kini hanya tinggal jasad yang hancur
Tak tersisa sedikitpun kemolekan pada dirinya
Kani sutra tipis menjelma
Membuat mereka terlena dengannya
Dia tak lagi sebagai tiang Negara
Tapi bahan bakar neraka
Oleh:Hendra Cappri
` Ketika rosul diutus ke bumi
Derajat wanita tak lagi rendah
Wanita menjadi tinggi dari lelaki
Dialah orang ketiga yang harus dihormati
Tapia bad ini banyak wanita lupa akan dirinya
Hingga ia pertontonkan tubuh yang molek
Ia perlihatkan dada,paha,bahkan hartanya yang paling berharga
Dilayar TV,internet,Koran,dan surat kabar lainnya
Banyak wanita hilang harga dirinya, dan hilang derjatnya
Busana tubuh yang ia pakai
Membuat lelaki hidung belang tergiur
Gaya jalan yang menggoda
Membuat lelaki hilang terbawa arus kemaksiatan
Dijalan nongkrong menunggu para lelaki yang lewat
Berharap untuk menghampiri dirinya
Dicafe-café menjadi bahan penghibur para pengunjung
Derajat yang tinggi hilang dalam sekejap
Kini hanya tinggal jasad yang hancur
Tak tersisa sedikitpun kemolekan pada dirinya
Kani sutra tipis menjelma
Membuat mereka terlena dengannya
Dia tak lagi sebagai tiang Negara
Tapi bahan bakar neraka
BULAN SABIT DIATAS EIFFEL
BULAN SABIT DIATAS EIFFEL
Oleh:Hendra Cappri
Ditanah asing aku tersandar seorang diri
Melawan arus problema duniawi
Ibu dan Adikku harus terlantar
Ayah pergi tak tahu keman
Jabatan telah memusnahkan kami
Kegelapan memasuki sukma ku yang lara
Cahaya ALLAH begitu jauh dariku
Ia seakan mengutuk diriku disini
Ditanah asing tempatku bersandar
Bulan kini dating menjelma
Seakan membawa diriku diatas Eiffel itu
Entahlah gerangan makhluk apa merasuki diriku
Kegelapan hilang sekejap mata
Kilauan cahaya menyentuh hatiku
Aku sadar semua itu panggilan untukku
Kulihat kain putih menjelma seseorang
Selama ini diriku telah dibangunkannya
Dari cahaya gelap
Menuju badai, topan menyeretku kehadapan ALLAH
Kini ku tak lagi gelap dan asing
Cahay Eiffel itu mengetuk hatiku
Oleh:Hendra Cappri
Ditanah asing aku tersandar seorang diri
Melawan arus problema duniawi
Ibu dan Adikku harus terlantar
Ayah pergi tak tahu keman
Jabatan telah memusnahkan kami
Kegelapan memasuki sukma ku yang lara
Cahaya ALLAH begitu jauh dariku
Ia seakan mengutuk diriku disini
Ditanah asing tempatku bersandar
Bulan kini dating menjelma
Seakan membawa diriku diatas Eiffel itu
Entahlah gerangan makhluk apa merasuki diriku
Kegelapan hilang sekejap mata
Kilauan cahaya menyentuh hatiku
Aku sadar semua itu panggilan untukku
Kulihat kain putih menjelma seseorang
Selama ini diriku telah dibangunkannya
Dari cahaya gelap
Menuju badai, topan menyeretku kehadapan ALLAH
Kini ku tak lagi gelap dan asing
Cahay Eiffel itu mengetuk hatiku
SABDA-SABDA CINTA
SABDA-SABDA CINTA
Oleh:hendra cappri
Tatkala kutinggalkan tanah kelahiranku
Aku pergi ketanah asing
Mencari tuhan yang selama ini hilang
Entah mengapa tuhan itu hilang
Setelah aku temui cahaya itu
Akan tetapi Bayang-bayang gelap
Terus menikamku secara perlahan
Hadir dirinya membuatku terlena
Dengan tarian tubuhnya yang gemulai
Seakan menjadi sahabat sejati dalam tidurku
Ayah ibuku memaks aku
Harus benar-benar meninggalkan cahaya itu
Dan kembali ketanah kelahiranku dengan kegelapan
Tapi tarian tubuhnya memaksa aku
Berlari dari semua itu
Sedih hatiku tatkala kulihat
Seorang lelaki telah menjama tubuhnya
Terpaksa aku melupakan tarian tubuhnya
Kucari cahaya sebernya dan membuang bayang-bayang gelap
Ternayata tuhan yang hilang hadir menjama diriku
Dan memberi diriku tubuh yang tertutup cadar
Yang selalu membuat aku yakin pada cahaya itu
Oleh:hendra cappri
Tatkala kutinggalkan tanah kelahiranku
Aku pergi ketanah asing
Mencari tuhan yang selama ini hilang
Entah mengapa tuhan itu hilang
Setelah aku temui cahaya itu
Akan tetapi Bayang-bayang gelap
Terus menikamku secara perlahan
Hadir dirinya membuatku terlena
Dengan tarian tubuhnya yang gemulai
Seakan menjadi sahabat sejati dalam tidurku
Ayah ibuku memaks aku
Harus benar-benar meninggalkan cahaya itu
Dan kembali ketanah kelahiranku dengan kegelapan
Tapi tarian tubuhnya memaksa aku
Berlari dari semua itu
Sedih hatiku tatkala kulihat
Seorang lelaki telah menjama tubuhnya
Terpaksa aku melupakan tarian tubuhnya
Kucari cahaya sebernya dan membuang bayang-bayang gelap
Ternayata tuhan yang hilang hadir menjama diriku
Dan memberi diriku tubuh yang tertutup cadar
Yang selalu membuat aku yakin pada cahaya itu
PENINDASAN
PENINDASAN
Oleh:Hendra cappri
Kini kau duduk dengan mewah
Segala kekuatan engkau miliki
Pakaian tak lagi yang biasa
Segala kehendakmu bias engkau lakukan
Segala citamu bias tercapai
Sementara masih banyak yng duduk
Dengan tikar, sehelai handuk dank ain
Masih ada yang tidur diatas kardus
Meminta dengan rasa malu
Mengharapkan sesuatu yang tak pasti
Hak mereka engkau rampas
Dengan tangan kucing-kucing bodohmu
Keperluan mereka engkau buang
Dengan tikus-tikus betinamu yang menjijikan
Hingga mereka harus terlantar
Hidup dibawah naungan orang-orang zholim
Hidup dibawah pimpinan orang-orang tak punya hati
Air mata mereka bercucuran
Mengharap tadahan tanganmu untuk mereka
Dimnakah rasa kasih sayangmu
Bantulah mereka dari kemiskinan
Walau seteguk air yang engkau berikan untuk mereka
Oleh:Hendra cappri
Kini kau duduk dengan mewah
Segala kekuatan engkau miliki
Pakaian tak lagi yang biasa
Segala kehendakmu bias engkau lakukan
Segala citamu bias tercapai
Sementara masih banyak yng duduk
Dengan tikar, sehelai handuk dank ain
Masih ada yang tidur diatas kardus
Meminta dengan rasa malu
Mengharapkan sesuatu yang tak pasti
Hak mereka engkau rampas
Dengan tangan kucing-kucing bodohmu
Keperluan mereka engkau buang
Dengan tikus-tikus betinamu yang menjijikan
Hingga mereka harus terlantar
Hidup dibawah naungan orang-orang zholim
Hidup dibawah pimpinan orang-orang tak punya hati
Air mata mereka bercucuran
Mengharap tadahan tanganmu untuk mereka
Dimnakah rasa kasih sayangmu
Bantulah mereka dari kemiskinan
Walau seteguk air yang engkau berikan untuk mereka
DUKA PALESTINA DERITA DUNIA
DUKA PALESTINA DERITA DUNIA
Oleh:Hendra Cappri
Tatkal ISRAEL memuntah kan roketnya
Tak ada lagi gedung bertingkat
Tak ad lagi pelayanan kesehatan yang baik
Tak ada lagi gedung sekolah
Tak ada lagi masjid berkubah emas
Tersisa hanyalah tenda parasut
Tersisa hanyalah hamburan batu
Tersisa hanyalah simbahan darah
Tersisa hanyalah potongan tubuh
Semua bersatu dengan bumi
Dimanakah keadilan itu?
Siapakah yang biadab ?
Pertanyaan zdemi pertanyaan itu keluar
Jawabnya hadir dihati dunia
ISRAEL telah membuat dunia menderita
ISRAEL menimbulkan kebencian dunia
ISRAEL membuat dunia menangis
Tapi mereka tak pernah berhenti
Mereka tetap memborbardir PALESTINA
Gaza harus menangis habis-habisan
Melihat kebiadaban IRAEL
ISRAEL la’natullah
Oleh:Hendra Cappri
Tatkal ISRAEL memuntah kan roketnya
Tak ada lagi gedung bertingkat
Tak ad lagi pelayanan kesehatan yang baik
Tak ada lagi gedung sekolah
Tak ada lagi masjid berkubah emas
Tersisa hanyalah tenda parasut
Tersisa hanyalah hamburan batu
Tersisa hanyalah simbahan darah
Tersisa hanyalah potongan tubuh
Semua bersatu dengan bumi
Dimanakah keadilan itu?
Siapakah yang biadab ?
Pertanyaan zdemi pertanyaan itu keluar
Jawabnya hadir dihati dunia
ISRAEL telah membuat dunia menderita
ISRAEL menimbulkan kebencian dunia
ISRAEL membuat dunia menangis
Tapi mereka tak pernah berhenti
Mereka tetap memborbardir PALESTINA
Gaza harus menangis habis-habisan
Melihat kebiadaban IRAEL
ISRAEL la’natullah
Langganan:
Postingan (Atom)