Rabu, 21 Oktober 2009

Renungan Hati

Renungan Hati


Kini aku kembali lagi
Menghadap sang ilahi robbi
Setelah sekian lama lari
Berbuat dosa-dosa tak henti-henti
Perjalanan lorong hati yang sepi
Membuat aku lupa diri
Bahwa hidup ini Cuma sekali
Mungkinkah noda dan dosa ini
Menyatu dalam hatiku yang sepi
Tuhan hapuskanlah dosa di hati
Agar aku bisa menggapai surgamu yang abadi
Jangan biarkan diri ini
Hangus dalam neraka di selimuti api
Sungguh aku tak sanggup dengan semua ini
Dengan kehilapan dan kealpaan diri ini
Tuhan hapuskanlah noda dan dosa ini
Tuhan….Oh Tuhanku…..

Selasa, 20 Oktober 2009

Cintaku mati di Sulawesi

Cintaku mati di Sulawesi
Hari Senin adalah hari pertama kali bagi SD kami masuk sekolah. Setelah liburan semester dua minggu yang lalu. Kulangkahkan kakiku ditengah putihnya kabut yang menyelimuti pagi. Karna hari senin adalah hari yang begitu menakutkan bagi setiap siswa. Terlambat satu menit saja bisa kena sanksi dari guru. Saat Aku tiba disekolah satu siswapun belum yang hadir kecuali Aku. Aku duduk dikelas sendirian. Kupilih kursi paling belakang. Disaat bersamaan Aku duduk muncul sosok Siswi berambut ikal dengan seorang bapak-bapak dibelakangnya masuk kedalam kelas. Aku pikir dia seorang Siswi baru dikelas kami. Karna mana mungkin Siswi lama pergi kesekolah diantar oleh Oarang tuanya. Apalagi sekarang sudah kelas empat SD.
Ternyata dugaanku benar sekali. Dia Adalah seorang murid baru dikelasku. Namanya Santi dan dia tinggal di pesisir sungai dekat desaku. Aku tahu itu, setelah Bu Tuti mempersilakan Dia untuk memperkenalkan diri. Bu Tuti pada tahun itu ditugaskan untuk menjadi Wali kelas kami. Karna Aku baru mengenal sosok seorang santi hanya namanya saja, dan wajahnya masih samar-samar dalam ingatanku. Aku belum begitu berani untuk menyapanya. Entah mengapa baru pertama kali Dia masuk sekolah, tingkah lakuku sudah banyak berubah. Aku yang dulunya menjadi murid pendiam. Kini menjadi murid yang sedikit banyak komentar. Dan Aku pikir Apakah ini yang namanya pucuk dicinta ulampun tiba?.
Semua teman-temanku kelihatannya begitu banyak perubahan dalam kesehariannya. Kakak kelasku disaat melihatnya bagaikan kesentrum listrik.memang paras wajahnya yang cantik dan bentuk tubuhnya yang begitu sempurna dimataku, sudah menjadi hal yang biasa untuk menjadi rebutan.
Pernah suatu ketika disaat istirahat.karna ingin cari perhatiaanya. Aku tidak sengaja membuat Dia menangis. Sebenarnya Aku hanya ingin memegang topinya, tapi kakak kelasku mendorongku. Ya terpaksa salah sasaran, malahan hidungnya kepencet oleh tanganku. Mau minta maaf rasanya malu begitu merasuki tubuhku. Akhirnya Aku pergi begitu saja dari pandangannya tanpa kata maaf yang keluar dari bibirku.
Disaat pulang sekolah, aku selalu mencari perhatiannya, entahlah kenapa semua harus terjadi. Kemana Aku pergi selalu bayangan wajahnya yang merasuki pikiranku. Karna hal ini terus terjadi, Aku coba bertanya pada seorang kakak kelasku , karma Aku pikir mungkin Dia pernah mengalalmi hal seperti ini.
Betapa tiada Aku duga. Setelah Aku tanyakan, ternyata itulah yang namanya jatuh cinta. Dalam diam Aku berpikir. Betapa susahnya kalau sudah jatuh cinta. Dan ternyata cinta tidak mengenal umur. Karna Aku baru naik kelas empat SD, dan rasa cinta itu begitu menusuk jantungku.rasa penasaran terus muncul dari hatiku.Apakah benar yang dikatakan oleh kakak kelasku itu. Sikapku yang selalu meminta perhatiannya, kini Aku rubah menjadi seorang pendiamm dan tidak banyak tingkah.
Hari-hari demi hari telah berlalu. Dan ternyata semua itu benar-benar terjadi pada diriku dan dirinya. Aku perhatikan selama ini sikapnya yang selalu berbeda sebelumnya. Dulu Dia selalu cuek dan tidak begitu menghiraukan diriku, dan sekarang rasa perhatiannya padaku semakin besar.
* * *
Satu tahun telah berlalu. Kujalani masa-masa jatuh cintaku padanya begitu sangat membekas dalam hatiku dan hal itu tiada bisa Aku lupakan sampai saat ini. Keyakinanaku bertambah bahwa Dia juga merasakan itu pada diriku.
Hari pertama masuk sekolah, karna para Guru belum banyak Datang. Dan saat itu kelas kami sangat ribut, tiba-tiba muncul sosok seorang wanita menuju kekelas kami.
“Sekarang kalian belajar apa?” Ujar Bu Tati sedikit lantang
“Sekarang kami belajar Agama Bu.” Ujar kami sedikit lemas karna takut
“Siapa ketua kelsanya?”
“Herman Bu, ketua kelasnya.”
Mendengar ucapan itu Akupun terkejut, Karna Bu Tati menanyakan Aku. Dalam hati Aku berpikir, bagaimana ini Aku pasti dihukum.
“Maju sini, bawa buku Agamanya!”
“Bu, bukunya tidak Ada.” Ujarku
“Bagaimana kalian belajar?”
“Bu Guru Agama yang membawa sendiri buku itu.”
“Coba siapa yang punya?”
“Saya Bu.” Ujar salah satu temanku
“Sekarang Herman kamu catat dari halaman satu sampai halaman tiga!”
Mendengar capan itu hatiku menjadi lega. Karna Bu Tati tidak menghukumku. Disaaat Aku menulis, ternyata tulisanku ada yang kurang dan terpelewat.
“Herman tulisan kamu ada yang kurang .” Ujar temanku
“Oh, Iya maaaf.” Ujarku sedikit malu
Salah seorang temanku dibelakangmemarahi Aku.
“Bagaimana jadi ketua kelas tidak becus.” Ujarnya
Mendengar ucapan itu, Aku tak kuasa menahan malu. Lalu Aku banting buku itu dan Aku kembali duduk dikiursiku. Tak ada seorang pun yang mau maju menggantikaknku kecuali hanya Santi yang maumaju dan menggantikanku menulis.
Disaat dia menulis kupandangi tubuhnya dan gerak tangannya. Dalam diam Aku berpikir kenapa harus dia yang menggantikanku, kenapa tidak yang lain saja. Dan Aku pikir inilah tanda bahwa dia juga mencintaiku. Dan Aku berharap bukan bukan hanya tanda, tapi kenyataan bahwa Aku bisa menjalin hubungan cinta dengannya.
Ternyata harapanku benar-benar terjadi. Disaat detik-detik kelulusan SD. Dia mengucapkan kata-kata itu lewat teman-temannya. Walaupun hanya lewat teman-temannya, tetapi Aku yakin bahwa dia juga mencintaiku. Dan kini rasa kecewalah yang Aku berikan padanya. Karna Aku akan melanjutkan kesekolah swasta yang jaraknya jauh.memungkinkah untuk berkomunikasi dan bertemu itu jarang. Aku sampaikan itu pada temannya bahwa semunya sudah terlambat.
Setelah pendaftaran sekolahku selesai dan satu minggu lagi aku akan pergi. Sebuah surat undangan datang kepadakudan sebuah kado. Dalam surat itu dia tuliskan, bahwa hari senin akan diadakan acara perpisahan dirumahnya. Ternyata hari senin bukanlah hari keberuntungan bagiku. Walaupun Aku tidak bisa datang kerumahnya, tetapi cukuplah kado untuk memenuhi undangannya, dan itu juga sebgai balasan atas kado yang pernah dia berikan kepadaku.
* * *
Setelah Tiga tahun berlalu perjalanan sekolahku dikota. Aku pulang kerumah dan kembali bertemu sosok seorang Santi yang Aku impikan dan Aku harapkan bahwa dialah yang menutup celah hatiku yang kosong. Walaupun ketika kelas satu SMP Aku sering bertemu dengannya dan pertemuan tidak mengisakan sesuatu apapun pada diriku.
Betapa hatiku rasanya begitu hancur saat aku dengar bahwa dia akan pergi ke Sulawesi bersama keluarganya. Mendengar berita itu. Satu minggu kemudian aku pulang. Sebelum Aku pulang, Aku mencoba menelponnya, ternyata kalaulah jodoh memang tidak kemana.
“Halo ini Santi yach?” Ujarku dengan decak kagumku
“Yach ini Santi, Emang ini siapa yach?” Ujarnya
“Ini Aku, Herman teman SD kamu kemarin.”
“Oh, Hendra yach. Ada apa herman?”
“Nggak, Aku cuma mau Tanya apa benar kamu akan pergi ke Sulawesi.”
“yach sich, rencananya begitu.”
Mendengar ucapan itu, Aku terdiam sejenak. Pelahan air mataku menetes dan membasahi kedua pipiku. Dalam hati Aku berpikir, apakah dialah cinta sejatiku. Karma baru pertama kali Aku jatuh cinta. Sudah begitu menyayat hati rasanya ditinggal seorang yang begitu Aku cintai. Rasa penyesalan telah memukul hati keras-keras. Kenapa dulu cintanya pada Aku biarkan hilang begitu saya.
“Santi bolehkah Aku memberitahu satu hal padamu, tapi Aku minta kamu menjawabnya dengan hati yang tulus.” Ujarku dengan air mata bercucuran
“Ya boleh, emang apa sich yang ingin kamu beritahukan padaku?”
“Sebenarnya dari awal Aku mengenal dirimu dan sampai saat ini rasa cintaku padamu tak akan pernah berubah.”
“Ah, sudahlah tak ada gunanya cinta itu, disaat Aku akan pergi, semua baru engkau ungkapkan padaku. Dan kalau memang mencintaiku, kenapa diwaktu kelulusan kemarin engkau ucapkan kata terlambat , padahal Aku ingin sekali menjalin hubungan denganmu, tapi sudahlah semua sudah terjadi.”
“Santi, sebenarnya kemarin itu bukan maksud hatiku menolak cintamu, akan tetapi engkau tahu kondisi kita bagaimana, jarak yang begitu jauh, komunikasi yang begitu tidak memungkinkan, dan itulah kenapa kata itu yang hanya bias keluar dari bibirku. Dan Aku minta maaf.”
“Sekarang engkau baru mau minta maaf, setelah semuanya begini, sudahlah nanti aku pikir lagi tentang cintamu padaku.”
“Santi, bolehkah Aku bertemu kamu satu kali saja.”
“Kapan engkau mau menemuiku?”
“Insya Allah, besok Aku akan pulang kerumah.”
“Ya sudah, besok Aku tunggu dipintu masuk.”
“Jam berapa kira-kira Aku menemui kamu.”
“yang jelas setelah Aku pulang sekolah.”
Hari yang telah dijanjikan telah tiba. Aku bergegas bangun dan mandi. Ditengah putihnya kabut pagi kulangkahkan kaki menuju terminal. Aku pesan tiket, jam delapan berangkat. Betapa Aku merasa kecewa oleh jam yang dijanjikan. Setelah Aku lihat jam, ternyata hari sudah jam sepuluh pagi. Lalu Aku putuskan membatalkan tiket. Walaupun uangnya dipotong sedikit. Aku bergegas pergi kejalan raya, kulihat sebuah mobil kuning melalju kehadapanku.
Setelah tiga jam lamanya perjalanan. Aku turun dan kulihat kepintu masuk, tapi hasilnya nihil. Tak ada sosok seorangpun yang duduk disana. Rasa kesal yang hanya bias menemaniku. Tak lama Aku duduk muncul sebuah mobil. Lalu Aku naik dan pulang kerumah.
Setelah beberapa hari Aku berada dirumah. Rupanya pertemuanku tidak hanya berhenti disitu saja. Disaat Aku berkunjung ketempat nenekku, tidak sengaja Aku berpapasan dengannya.
“Herman, kapan kamu pulang?” Ujarnya menyapa diriku
“Kemarin sore Aku sampai dirumah.” Ujarku sedikit malu, karna janjiku untuk bertemu dengannya telah Aku ingkari.
* * *
Ternyata pertemuan itu adalah pertemuan terakhirku dengannya. Disaat Aku pulang kekota. Karna hari libur sudah habis . Aku kembali mencoba untuk menelponnya. Kesempatan terakhir masih milikku.
“Halo Santi, Apa kabar?” Ujarku dengan semangat yang tinggi
“Kabarku baik-baik ajach, kamu sendiri bagaimana?” Ujar Santi
“Alhamdulillah, Kabarku baik juga.”
“Oh iya, Kamu sekarang ada dimana?”
“Aku sekarang ada dibandara.”
“Jadi besok kamu berangkat?”
“Ya rencananya begitu, karma tiket sudah kami pesan.”
Rasanya air mataku membanjiri sekelilingku. Kenapa orang yang Aku cintai harus pergi begitu capat dari hadapanku.
“Herman kenapa kamu nangis?” Ujar Santi
“Tidak Akh, Aku tidak apa-apa.”
“Herman, sudahlah lupakan saja masa lalu yang pernah ada diantara kita. Karna jarak dan waktu telah memisahkan kita. Sekarang akan kujawab cintamu. Sebenarnya Aku juga mencintai dirimu. Akan tetapi harus bagaiman lagi, kalaulah kita memang jodoh, suatu saat nanti kita akan bertemu kembali.,”
“Tapi Santi, bagiku kepergianmu adalah penutup semua harapanku.” Ujarku
“Herman, harapanmu bukan tergantung pada cintaku, tapi harapanmu berada ditanganmu, jadi jangan putus asa.”
Terputus sudahlah obrolanku dengan Santi. Berapa kali Aku mencoba menghubunginya, tapi hasilnya tetap nihil, tak ada jawaban. Sudahlah mungkin inilah obrolanku terakhir dengannya.
24 Januari 2007 adalah hari dimana mereka akan segera berangkat menuju Sulawesi. Satu bulan setelah itu, Aku kembali mencoba menghubunginya. Tapi tetap tidak bisa dihubungi. Hanya ada sebuah SMS yang Aku terima darinya.
“Herman, bukan Aku tidak mau mengangkat teleponmu, tapi Aku takut dimarahi Ayahku. Aku mohon kamu jangan marah sama Aku yach.” Ujarnya dalam SMS itu
Setelah SMS itu Aku terima, dan Aku baca. Aku tidak pernah lagi menghubunginya. Hingga hari-hariku selalu sepi dan termenung dalam kesendirian. Seorang teman mencoba menghiburku. Tapi hiburan itu hanya lewat dan berlalu begitu saja, dan tidak pernah Aku hiraukan. Karna mereka selalu membuatku marah, dan menyuruh Aku agar melupakan Santi. Tapi Aku tidak bisa, karna bagiku dialah orang yang terakhir dihatiku.
Lama kelamaan hatiku bisa juga mereka taklukkan. Dan Aku pikir apa yang mereka katakan memang benar. Untuk apa Aku memikirkan Santi yang dia juga belum tentu memikirkan Aku. Dan hatiku mulai ada rasa untuk melupakan Santi dan mencari penggantinya dihatiku. Kini seseorang telah mencoba merasuki hatiku. Entahlah mengapa begitu cepat Aku melupakan Santi. Seseorang itu adalah temannya Santi di SMP dulu sebelum dia pergi ke Sulawesi. Yang membuat Aku tidak percaya, kenapa begitu cepat dia merasuk kedalam hatiku. Semakin lama Aku dekatnya semakin membuat Aku tenang dan seakan diriku berada dalam belaian seorang Santi. Suaranya yang begitu merdu dan suara itulah yang membuat Aku tenang dan selalu memancar pikiranku untuk kembali mengingat seorang Santi.
Setelah satu minggu Aku bertemu dengannya dan sering mengobrol ditelepon denganku. Tiada Aku sangka pada malam kedua minggu dia mencoba mencuri hatiku. Dia menyatakan bahwa dia mencintai diriku. Awalnya Aku menolak untuk menjalin hubungan dengannya. Namun hatiku tiada bisa menahan lagi dan malam itu juga hatiku telah menyatu dengannya. Aku rasa mungkin itulah pertanda bahwa diriku tak akan mungkin lagi beretmu dan mengingat Santi.
Kini Aku hanya bisa mengatakan selamat tinggal Santi yang jauh disana. Mungkin inilah pertanda bahwa cintaku padamu telah padam dan akan mati untuk selamanya. Saat ini Aku tengah mencoba untuk melupakan dirimu, karna Aku rasa tiada mungkin lagi kita bisa menyatu disini. Aku pikir cintaku benar–benar telah mati. Dan kini harus Aku paksakan untuk menguburnya dalam-dalam. Saat itu hanya ada sebuah puisi yang Aku buat. Puisi itu adalah ungkapan hatiku yang terdalam dan tulus.
Kasih mengapa kau pergi
Membuat hatiku sepi
Tanpa seorang kekasih
Cintaku hanya tulus untukmu
Dengan seluruh jiwa dan ragaku
Akan kukorbankan yang kau mau
Namun engkau hapus semua
Membuat harapanku punah
Kini harus oarang lain dihati
Hadir untuk menemani
Maafkan cintaku hilang
Entah mengapa bayangmu melayang
Jauh terbang diatas awan
Tiada bisa aku menahan
Pusi itulah yang membuat Aku rasa terpenjara dalam cinta. Selain puisi itu, aku selalu menangis disaat aku mendengar sebuah nyanyian yang dilantunkan oleh Vagetoz dengan lirik yang begitu menyentuh hatiku, dan judul liriknya adalah “Saat Kau Pergi”. Kini cintaku mati di Sulawesi dan berakhir tanpa alasan yang pasti.

Kamis, 13 Agustus 2009

Cinta sejati

Cinta sejati
Hati yang telah hancur ini
Kembali senyum menemani
Saat kau kembali untukku disini
Mengisi hatiku yang sunyi
Mungkinkah hatiku bisa memilikimu kembali
Setelah lam engkau tinggalkan Aku disini
Menetes Air mataku ini
Melihat langkah kakimu menjauh dari mata ini
Hatiku penuh harapan disini
Agar engkau bersamaku lagi
Dengan kasih sayang sejati
Aku takut engkau hilang lagi
Meninggalkan Aku sendiri disini
Kasih Aku ingin cintaku ini
Hanya dirimu yang memiliki
Karna Aku tak ingin cinta ini mati
Kecuali hanya engkau yang bersamaku nanti
Sekian lama sudah diriku ini
Menanti sebuah jawaban cinta ini
Dari lubuk hatimu yang suci
Karna cintaku sampai kesurga abadi
Kasih dirimu benar sempurna dihatiku ini
Sikapmu yang ramah pada diri ini
Seakan Aku engkau bawa kealam sunyi
Tanpa cahaya kecuali cinta sejati










By: Hendra Cappri

Menyesal

Menyesal
Sudah berulang kali
Aku bilang pada dirimu
Bahwa kita tidak akan mungkin bersama
Dalam jalinan cinta dan kasih sayang
Lidahnya rasanya seakan mau putus
Bibir rasanya terasa begitu berat
Habis cara dan kata
Untuk meyakinkan dirimu
Kini maafkan diriku
Bila engkau menyesal
Telah jatuh hati padaku
Dulu aku sudah pernah bilang
Bahwa diriku bukanlah orang yang pantas
Untuk jadi kekasih hatimu
Puaskah kini engkau bilang
Pada semua orang tentangku
Kau bilang aku lelaki pecundang
Hanya bisa memiliki
Tapi tak bisa menjagaku
Kini puaskah hatimu

By:Hendra Cappri

Jumat, 07 Agustus 2009

Jatuh Cinta

Jatuh Cinta
Baru saja aku berjumpa denganmu
Namun hatiku sudah terpaut denganmu
Baru pertama kali aku bertemu denganmu
Bayangmu tak bisa hilang dari tidurku
Hatiku hanya bisa bertanya
Apakah ini namanya jatuh cinta
Waktu terus saja berjalan
Mengitari dunia ini
Namun hatiku tetap saja begitu
Lama sudah kini rupanya hatimu juga terpaut denganku
Kini kita saling suka
Dan kini kita bersatu
Dan akan selalu bersama
Aku harap dirimu dan diriku
Kita akan selalu bersama
Walau nanati kutak pernah
BIsa Bersama dirimu
Ku harap engkau mengerti dengan keadaanku







By:Hendra Cappri

Terjatuh & Hilang

Terjatuh & Hilang


Ketika cinta kita berjalan lancer
Saat kau dan aku selalu berdua
Dalam jalinan kasih saying
Hati kita telah menyatu
Tapi seorang selalu datang
Disaat cinta kita begitu erat
Untuk selalu memisahkan cinta kita
Ku harap kita bisa bertahan untuk selamanya
Kini cinta kita telah terjatuh dan hilang
Hanya kenangan masih tersisa
Antara diriku denganmu
Mungkinkah kita kembali
Walau Kini kita berpisah
Namun aku harap kita tetapsejalan
Tak ada permusuhan antara kita
Biarlah waktu yang akan menyatukan kita berdua










By:Hendra Cappri

Ternyata

Ternyata
Selama ini aku hanya diam
Dengan tingkah dirimu padaku
Selama ini aku hanya biasa saja
Sikap dirimu padaku
Ternyata semua itu
Rupanya engkaupun suka padaku
Dari pertama aku sudah curiga
Dengan sikapmu pada diriku
Begitu berbeda dari biasanya
Oh…………..ternyata
Engkaupun cinta padaku
Oh…………..ternyata
Dirimu tertarik denganku
Oh…………..Rupanya
Engkau malu padaku
Maaf ku tak tahu
Kalau kau begitu padaku
Sekali lagi maafkan diriku
Ternyata dirimu mencintai aku









By:Hendra Cappri

Saat Aku Mencintaimu

Saat Aku Mencintaimu
Saat aku baru saja beranjak
Untuk mencintai dirimu
Saat aku baru saja memahami
Untuk bersanding denganmu
Kau pergi begitu saja
Tak sedikitpunmenghiraukan diriku
Entah apa yang membuatmu begitu
Mungkin hanya kau anggap mempermainkanmu
Saat Aku dengar engkau pergi begitu
Yang tak mungkin Bisa kutemui
Air mataku menetes
Tanpa terasa Membasahi dua pipiku
Kasih………….oh……..Kekasih
Kini aku hanya bisa bertahan
Menjaga hatiku untukmu
Mungkin saja suatu saat nanti
Kau pastikan kembali kesini lagi
Biarlah lukaku akan kubalut
Dengan cinta padamu
Tapi kini maafkan diriku
Bila aku harus jatuh cinta
Pada wanita yang lain








By:Hendra Cappri

SURGA & NERAKA

Surga & Neraka
Surga ada untuk manusia
Dengan bekal iman dan takwa
Neraka ada untuk manusia
Bila dosanya terus mengalir
Surga ada untuk manusia
Dengan semua kenikmatan
Neraka ada untuk manusia
Dengan segala siksaan
Surga neraka semua untuk manusia
Tergantung mereka ingin yang mana
Surga neraka jalannya berbeda
Tempatnyapun berbeda
Isinyapun berbeda
Bersiaplah dirimu
Engkau pilih yang mana








By:Hendra Cappri

BISA MEMILIKI

Bisa Memiliki
Bila aku bisa memilikimu
Akan kujaga sepenuh hatiku
Walau nantiaga yang menghadang
Tetap aku akan menjagamu
Kesetiaan kita akan ada
Dengan cinta yang kita miliki
Meski kini harus berpisah
Tapi aku harap bertemu kembali
Cinta kini aku datang untukmu
Untuk menyanyangi dirimu
Karna ku tak ingin engkau hilang
Daris sinar mataku
Dan tak ingin dirimu menjadi milik orang








By:Hendra Cappri

MENCARI TUHAN YANG HILANG

Mencari tuhan yang Hilang
Perjalanan panjang telah aku lewati
Mencari tuhan yang hilang
Dari dalam hatiku ini
Hingga hidupku terasa hampa
Tanpa keimanan hadir dalam dadaku
Begitu aku rasakan dalam hidupku
Tanpa engkau oh tuhanku
Hidupku bagaikan mayat berjalan
Tidak punya arah dan tujuan
Kini cukuplah sudahjalan hidupku
Tanap engkau hadir didalam hatiku
Masihkah pintu taubat untukku
Dosaku telah berlimpah begitu banyak
Mungkinkah ini terhapus oh tuhanku






By:Hendra Cappri

TIBA SAATNYA

Tiba Saatnya
Kini tiba saanya dirimu
Menjadi milik orang lain
Meski dihati ini
Ku tak merelakan dirimu
Betapa kini air mataku
Terpaksa membasahi pipiku
Mengiringi perjalan cintamu
Do’aku akan selalu bersama dirimu
Kini maafkan diriku kekasih
Tak bisa menghadiri keperlamian dirimu
Karna begitu sakit luka ini
Engkau tinggalkan aku sendiri
Biar kujalani semua ini
Dengan kebesaran hatiku
Semga hidupmu bahagia





By:Hendra Cappri

CINTA ABADI

Cinta Abadi
Saat ku berjalan
Ditengaha kesepian hatiku
Mencari cinta abadiku
Sampai kesurga abadi
Kini telah aku temui
Seorang hawa yang kucari
Biar ku jama dirimu
Dengan cinta suciku ini
Terimah kasih oh tuhan
Kini engkau berikan cintanya
Terima kasih oh tuhan
Engkau pertemukan diriku dengannya
Semoga engkau ridhoi cintaku selamanya
Sampai nanti bertemu denganmu





By:Hendra Cappri

SAKITNYA HATI

Sakitnya Hati
Sudah sekian lama
Aku meninggalkan dirimu
Tuk mencari tujuan hidupku
Walau hati tak ingin berpisah
Kuberharap nanti kupulang
Membawa cinta untukmu
Dan kita bias bersatu kembali
Seperti dulu janji kita berdua
Betapa sakitnya hatiku
Saat kutemui dirimu
Ternyata engkau milik orang lain
Ternyata selama aku pergi
Engkau telah melupakan cintaku
Dan kin harus kurelakan yang telah terjadi







By:hendra Cappri

BERAKHIR

Berakhir
Pernahkah engkau berpikir
Dunia ini akan berakhir
Tak ada gunanya yang engkau miliki
Bila Izrail telah menjemputmu
Cukuplah semua yang terjadi
Sebagai peringatan untuk kita
Itu semua ulah kita manusia
Hingga bencanapun terus melanda manusia
Tidakkah engkau berpikir
Bahwa bumi ini telah marah
Pernahkah engkau merenung
Akan hidup segera menutup mata




By:hendra Cappri

ALLAH MELIHAT

Allah Melihat
Tuhan tidak pernah tidur
Ia selalu terjaga mengawasimu
Malaikat tak pernah salah
Dengan apa yang ia catat
Kau sangka tak ada yang tahu
Dengan tingkahmu itu
Walau itu tersimpan dihati
Tetap saja semua terungkap
Walau itu sekecilpun
Tak pernah luput dari pandangan allah
Walau engkau sembunyi sendirian
Tetap saja itu terlihat
Jadi masihkah dirimu
Ingin berbuat seperti itu
Walaupun dosamu seperti buih lautan
Tetap terbuka untukmu bertobat
Berusahalah berhenti untuk semuanya
Jika memang dirimu punya tujuan abadi
Untuk menggapai surga yang kekal
Dengan semua kenikmatan
Yang tak pernah bias engkau bayangkan





By:Hendra Cappri

RUBAHLAH AKU

Rubahlah Aku
Luluhkan tatapan ini
Dengan Senyummu
Lemahakn jiwa ini
Dengan sifatmu
Kasihanilah Aku
Dengan Kebaikanmu
Sentuhlah Air Perasaanku
Dengan lentikan jarimu
Hapuskanlah air mataku
Dengan Kelembutaanmu
Siramilah hati ini
Dengan air kesetiaaanmu
Peganglah tanganku
Dengan dua tanganmu
Masukilah hati ini
Dengan kasih sayangmu
Maafkanlah aku
Dengan kekuasaan jiwamu
Tuntunlah aku
Dengan jernih dan putihnya cintamu





By:Hendra cappri

BIDADARI

Bidadari
Bidadariku…….
Kau ibarat awan merindukan putih
Burung merindukan sarangnya
Ibu menyanyangi anaknya
Papan mengharapkan paku
Bidadariku…….
Senyum kecilmu menjatuhkan ke relung-relung hasrat
Menghapus warna-warna tak berarti
Menhidupkan ranting-ranting kecil
Menghilangkan kegelapan ini
Bidadariku…….
Apakah kekurangan putih pada hitam
Penuhkah jiwamu dengan putihku
Habiskah warna yang kuberi
Hilangkah warna-warna itu
Bidadariku……
Kau harum sepanjang waktu
Mekarmu membuat iri yang lain
Menghiasi kebun-kebun dihatiku
Dimanapun bunga itu tumbuh
Dilubuk hati ini bidadari………..




By:Hendra cappri

LUPA DIRI

LUPA DIRI
Manusia lupa diri
Akan hidupnya didunia
Hingga dosa terus mengalir
Membasahi jalan hidupnya
Manusia lengah akan nyawanya
Bila nanti ia akan mati
Hingga kenikmatan membuat ia lupa
Bahwa semua hanya semu
Andai engkau tahu semuanya itu
Pasti engkau akan tersimpuh malu
Akan dosa yang telah engkau lakukan
Sekarang mungkin engkau akan bahagia
Dengan semua kenikmatan yang engkau miliki
Tapi ingat nanti dunia akan menutup semua itu
Sebelum matahari tak terbit
Segeralah bersujud padanya
Mumpung masih ada sisa waktu





By: Hendra cappri

Jumat, 10 April 2009

ANAK JALAN YANG MALANG

ANAK JALAN YANG MALANG
Oleh:Hendra Cappri

Matahari kembali bersinar
Menutup malam beranjak siang
Engkau ambil baju kudel itu
Lalu kau pakai dengan hati menangis
Tatapan hatimu begitu memilukan
Dihapanmu hanya ada kaleng susu
Sepotong botol AQUA dan kantong kecil

Merah matamu membuat orang meneteskan air mata
Alangkah malang nasib hidupmu
Menyandang kantong kecil
Kaleng susu kau bunyikan
Sepotong botol AQUA engkau tabuhkan
Uang receh kau harap dari mereka

Anak jalana hidup penuh dengan linangan air mata
Pagi-pagi kau harus pergi kelampu-lampu merah
Sampai-sampai makan siang engkau lupakan
Mobil engkau hadang dengan kaleng susu
Baju kudelmu dengan robekan kecil
Harus kau pakai setiap hari
Walau kadang-kadang orang menyingkir
Sore engkau pulang dengan uang receh
Yang kau peroleh dari pagi sampai sore

Kamis, 09 April 2009

AYAT-AYAT ALLAH ENGKAU LUPAKAN

AYAT-AYAT ALLAH ENGKAU LUPAKAN
Oleh:Hendra Cappri

Coba buka matamu
Lihat sekelilingmu
Akankah engkau memahami
Pribahasa kertas yang terhampar

Coba buka jendela hatimu
Engkau pahami sekelilingmu
Kertas hamparan yang berbicara
Akankah engkau mendengarnya

Ayat-ayat Allah kini terdampar
Dijalan-jalan, masjid, dan berbagai tempat
Tak satupun jari tanganmu terpanggil olehnya
Engkau biarkan saja lembaran-lembaran Al-Qur’an itu
Sementara engkau berlenggang sanati berjalan

Hatimu telah mati
Matamu telah buta
Telingamu telah tuli
Lantas apa yang kau perbuat
Kau hanya bias membuangnya saja
Tapi kau tak tahu
Bahwa ayat-ayat Allah itu telah menangis
Meohon pada Allah
Wajarlah kalau saat ini bencana terus datang
Tiada henti-hentinya
Akankah engkau diam begitu saja
Sekarang renungkanlah
Dengan hatimu paling dalam semua itu

TEMAN KURINDU

TEMAN KURINDU
Oleh:Hendra Cappri

Saat kubuka album kenangan lalu
Fotot-foto waktu ceria begitu berkesan
Saat kubuka catatan harianku lalu
Kubaca tulisan tangan indah darimu
Saat kubuka diary harianku lalu
Terbaca sebuah memori hidup kita

Teman dimanakah kini engakau berada
Disini kumenanti kedatanganmu
Untuk kita bersatu kembali
Didalam naungan Allah kholik kita
Saat kau berikan foto itu padaku
Masih tersimpan kin dialbumku
Kujadikan tuk pengobat rinduku padamu
Teman……………

Teman engkau bagaikan pelangi
Yang mewarnai hidup kita dulu
Canda, tawa, riang bersama
Telah kita lewati bersama disini
Rasanya ku tak ingin engkau pergi
Tetaplah disini…………
Bersama diriku…………
Wahai teman…..datanglah
Kumerindukanmu

BUMI INI MENGGERUTU KESAKITAN

BUMI INI MENGGERUTU KESAKITAN
Oleh:Hendra Cappri

Tatkala ku tundukkan kepala
Bumi menyatu dengan kepalaku
Tatkala kuangkat takbir
Bumipun tersenyum

Noda demi noda telah tergores
Tinta hitam membasahi bumi
Dengan lahar panas menyengat
` Menenggelamkan bumi ini

Peluru,Bom,Roket,Rudal
Harus menembus dadaku
Menghanguskan tubuh yang indah ini
Mennggelamkan jasad ini
Kedalam tanah tempatku bersujud

Islam dimana islam itu berada
Didadamu tersimpan kerinduan peluru
Tuk menembus cahaya ilahi

Bumi seakan berbicara pada dunia
Menjerit kesakitan yang begitu mencekam
Melihat penghuninya yang enggan bersahabat
Bumi menggerutu pada dunia
Ketika darah bersimbah diatas rerumputan hijau

INDAHNYA ALAM

INDAHNYA ALAM
Oleh:Hendra Cappri


Desahan nafas ku hirup dalam-dalam
Semilir angina mengayunkan dedaunan
Tetesan embun jatuh kebumi
Basahi rumput-rumput yang tersipu malu
Memalingkan wajah sanggarnya
Ia bertasbih tanpa henti dan lelah

Aynan dedaunan membuat udar semakin sejuk
Alangkah indahnya alam mini
Bagaikan kain diselimuti kain sutra yang halus
Tak ada rasa iri,dengki,hasud,dan balas dendam
Indahnya dunia bagaikan surga untukku

Rintikkan hujan turun basahi bumi
Menetes penuh bengan hasrat cinta
Tanampun tumbuh besar menjulur ke langit
Rumput-rumput kering menjadi hamparan hijau
Indahnya duniamu tuha
Tak dapat kurangkai dengan kata-kata
Tak dapat kulukis diatas kertas
Betapa indah alam ciptaanmu ini
Tuhan…………………..

HATI TELAH BERBOHONG

HATI TELAH BERBOHONG
Oleh: Hendra Cappri

Hatiku mulai gelisah
Pikiranku mulai melayang
Entah jalan mana harus ku tempuh
Untuk mengambil langkah pasti
Agar diriku tak tersesat jauh

Gelap gulita dihatiku kini
Tak satu cahayapun hadir
Memberi warna dihatiku
Aku bagaikan dibawa keneraka
Penuh kobaran api memerah
Yang Seakan ingin menghanguskan
Tubuh yang penuh dengan maksiat

Tiap hari aku meratap
Meneteskan air mata
Menatap diriku ini
Yang kotor dan menjijikkan
Penuh dengan kotoran-kotoran hina

Meski air mataku telah habis
Kadang menangis, kadang tertawa
Bagaikan orang hilang ingatan
Sekarang tobat dan kembali kehadapan illahi
Tapi kadang kala aku harus berhadapan
Dengan rangkaian kemaksiatan yang mencekam
Tanpa cahaya ilahi menghampiriku

POHONPUN IKUT MENANGIS

POHONPUN IKUT MENANGIS
Oleh: Hendra Cappri


PEMILU 2009 membuat Pohon menangis
Ribuan kain dengan berbagai warna
Ribuan kertas dengan berbagai merk
Ribuan foto dengan berbagai wajah
Tertempel,terpampang,menusuk
Hingga pohonpun ikut menangis

Begitu banyak harapan dan tujuan
Tak satupuna yang membuat Negara ini maju
Ribuan janji terucap dengan lisanmu
Tak satupun yang tepati olehhmu
Beragam macam cara engkau lakukan
Membuat orang-orang terlena dengan semua itu
Semua hanya politik dan tipu daya belaka
Hingga pohonpun ikut menangis

Rabu, 08 April 2009

KIAMAT TIBA

KIAMAT TIBA
Oleh:Hendra cappri

Kobaran api panas sedang menanti
Sengatan matahari akan menghampirimu
Didalam kebingungan, kesendirian
Timbul pertanyaan dalam hati
Amal apa yang harus kubawa

Orang-orang tak lagi berpakaian
Bagaikan mereka menjual harga diri
Tapi tak satupun yang berpikir
Bahwa itu kenikmatan lur biasa

Tatkala gunung-gunung
Berhamburan bagaikan kapas yang berterbangan
Tatkala semua digiring ke mahsyar
Mereka mandi dengan air keringat
Amalan tak bias menampungnya

Lantas kita hanya diam
Tatkala meraih dan menampungnya
Membiarkan air itu menenggelamkan kita
Tinggalkan cahay illahi


Berpikir bumi akan hancur
Langit akan rubuh menimpa kita
Dimana tempat layak untuk kita?

WANITA

WANITA
Oleh:Hendra Cappri

` Ketika rosul diutus ke bumi
Derajat wanita tak lagi rendah
Wanita menjadi tinggi dari lelaki
Dialah orang ketiga yang harus dihormati

Tapia bad ini banyak wanita lupa akan dirinya
Hingga ia pertontonkan tubuh yang molek
Ia perlihatkan dada,paha,bahkan hartanya yang paling berharga
Dilayar TV,internet,Koran,dan surat kabar lainnya
Banyak wanita hilang harga dirinya, dan hilang derjatnya

Busana tubuh yang ia pakai
Membuat lelaki hidung belang tergiur
Gaya jalan yang menggoda
Membuat lelaki hilang terbawa arus kemaksiatan
Dijalan nongkrong menunggu para lelaki yang lewat
Berharap untuk menghampiri dirinya
Dicafe-café menjadi bahan penghibur para pengunjung

Derajat yang tinggi hilang dalam sekejap
Kini hanya tinggal jasad yang hancur
Tak tersisa sedikitpun kemolekan pada dirinya
Kani sutra tipis menjelma
Membuat mereka terlena dengannya
Dia tak lagi sebagai tiang Negara
Tapi bahan bakar neraka

BULAN SABIT DIATAS EIFFEL

BULAN SABIT DIATAS EIFFEL
Oleh:Hendra Cappri

Ditanah asing aku tersandar seorang diri
Melawan arus problema duniawi
Ibu dan Adikku harus terlantar
Ayah pergi tak tahu keman

Jabatan telah memusnahkan kami
Kegelapan memasuki sukma ku yang lara
Cahaya ALLAH begitu jauh dariku
Ia seakan mengutuk diriku disini
Ditanah asing tempatku bersandar

Bulan kini dating menjelma
Seakan membawa diriku diatas Eiffel itu
Entahlah gerangan makhluk apa merasuki diriku
Kegelapan hilang sekejap mata
Kilauan cahaya menyentuh hatiku

Aku sadar semua itu panggilan untukku
Kulihat kain putih menjelma seseorang
Selama ini diriku telah dibangunkannya
Dari cahaya gelap
Menuju badai, topan menyeretku kehadapan ALLAH

Kini ku tak lagi gelap dan asing
Cahay Eiffel itu mengetuk hatiku

SABDA-SABDA CINTA

SABDA-SABDA CINTA
Oleh:hendra cappri

Tatkala kutinggalkan tanah kelahiranku
Aku pergi ketanah asing
Mencari tuhan yang selama ini hilang
Entah mengapa tuhan itu hilang

Setelah aku temui cahaya itu
Akan tetapi Bayang-bayang gelap
Terus menikamku secara perlahan
Hadir dirinya membuatku terlena
Dengan tarian tubuhnya yang gemulai
Seakan menjadi sahabat sejati dalam tidurku

Ayah ibuku memaks aku
Harus benar-benar meninggalkan cahaya itu
Dan kembali ketanah kelahiranku dengan kegelapan
Tapi tarian tubuhnya memaksa aku
Berlari dari semua itu

Sedih hatiku tatkala kulihat
Seorang lelaki telah menjama tubuhnya
Terpaksa aku melupakan tarian tubuhnya
Kucari cahaya sebernya dan membuang bayang-bayang gelap
Ternayata tuhan yang hilang hadir menjama diriku
Dan memberi diriku tubuh yang tertutup cadar
Yang selalu membuat aku yakin pada cahaya itu

PENINDASAN

PENINDASAN
Oleh:Hendra cappri


Kini kau duduk dengan mewah
Segala kekuatan engkau miliki
Pakaian tak lagi yang biasa
Segala kehendakmu bias engkau lakukan
Segala citamu bias tercapai

Sementara masih banyak yng duduk
Dengan tikar, sehelai handuk dank ain
Masih ada yang tidur diatas kardus
Meminta dengan rasa malu
Mengharapkan sesuatu yang tak pasti

Hak mereka engkau rampas
Dengan tangan kucing-kucing bodohmu
Keperluan mereka engkau buang
Dengan tikus-tikus betinamu yang menjijikan
Hingga mereka harus terlantar
Hidup dibawah naungan orang-orang zholim
Hidup dibawah pimpinan orang-orang tak punya hati

Air mata mereka bercucuran
Mengharap tadahan tanganmu untuk mereka
Dimnakah rasa kasih sayangmu
Bantulah mereka dari kemiskinan
Walau seteguk air yang engkau berikan untuk mereka

DUKA PALESTINA DERITA DUNIA

DUKA PALESTINA DERITA DUNIA

Oleh:Hendra Cappri


Tatkal ISRAEL memuntah kan roketnya
Tak ada lagi gedung bertingkat
Tak ad lagi pelayanan kesehatan yang baik
Tak ada lagi gedung sekolah
Tak ada lagi masjid berkubah emas

Tersisa hanyalah tenda parasut
Tersisa hanyalah hamburan batu
Tersisa hanyalah simbahan darah
Tersisa hanyalah potongan tubuh
Semua bersatu dengan bumi

Dimanakah keadilan itu?
Siapakah yang biadab ?
Pertanyaan zdemi pertanyaan itu keluar
Jawabnya hadir dihati dunia

ISRAEL telah membuat dunia menderita
ISRAEL menimbulkan kebencian dunia
ISRAEL membuat dunia menangis
Tapi mereka tak pernah berhenti
Mereka tetap memborbardir PALESTINA
Gaza harus menangis habis-habisan
Melihat kebiadaban IRAEL
ISRAEL la’natullah